Tower Sutet di Sumedang hampir Ambruk
PT PLN (Persero) melakukan perbaikan dan pemindahan menara (tower) Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kilo Volt (kV) di Sumedang Jawa Barat. Menara itu rusak akibat adanya pergeseran tanah (landslide) dan tanah sekitar pondasi longsor.
Sabtu (30/3/2013), dua tapak tower bergeser mengakibatkan tower bengkok dan rawan roboh. Kondisi ini dipicu oleh tingginya curah hujan beberapa bulan terakhir.
Menara SUTET yang sedang diperbaiki dan dipindahkan lokasinya itu berada di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Tower pengganti sudah terbangun 80%.
Untuk penyelesaian pekerjaan (finalisasi pembangunan tower, pemindahan konduktor, dan pembongkaran tower lama) membutuhkan delapan hari pekerjaan.
Perbaikan ini harus dilakukan untuk menghindarkan kerusakan yang lebih parah yang dapat mengganggu penyaluran tenaga listrik. Pekerjaan direncanakan berlangsung hingga tanggal 5 April 2013.
SUTET tersebut menyalurkan listrik dari Mandirancan (Cirebon) ke Bandung Selatan. Akibatnya transfer daya dari pembangkit yang ada di wilayah timur Jawa ke wilayah barat (Jakarta dan Jawa Barat) berkurang sekitar 750 Mega Watt (MW).
Kekurangan pasokan listrik ke Jakarta dan Jawa Barat ini diupayakan semaksimal mungkin untuk dipenuhi dengan mengoptimalkan pembangkit yang ada di wilayah barat seperti PLTU Indramayu, PLTU Lontar Tangerang dan PLTU Priok.
Pemadaman di sisi pelanggan diupayakan untuk dihindarkan atau diminimalisir dengan memanfaatkan hari libur Jum'at - Minggu tanggal 29-31 Maret 2013 yang tidak ada pemadaman karena beban rendah
Pada hari kerja Senin-Jumat (1-5/4) terpaksa akan dilakukan pemadaman secara bergilir. Setiap pelanggan ada potensi pemadaman sekali saja selama 3 jam dalam periode 1-5 April 2013.
Hal ini dilakukan karena setelah optimalisasi pembangkit-pembangkit tersebut masih terjadi kekurangan daya sekitar 400 MW di Jakarta dan Jawa Barat..





0 komentar:
Posting Komentar