"KEINDAHAN LAUT BANDA"
Lokasi taman laut Banda terletak di antara Pulau Neira, Pulau Gunung Api, Pulau Ai, Pulau Sjahrir dan Pulau Hatta. Tepatnya terletak di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku Tengah. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan menumpang kapal feri dari kota Ambon selama satu malam.
Wisata bahari di perairan Banda beraneka ragam, seperti melihat taman laut dari atas perahu, menyelam, memancing ikan tuna dan cakalang, melihat ikan paus, lumba-lumba, burung laut dan menyaksikan Arombai Manggurebe (Lomba Belang atau balap perahu). Wisata bahari ini dapat dilakukan pada musim teduh (musim laut tidak berombak), yang terjadi pada bulan Maret, April, Mei, September, Oktober dan Nopember. Berwisata di sini benar-benar mengasikkan karena wisatawan dapat mencoba sendiri menggunakan alat pancing untuk menangkap ikan tuna dan cakalang.
Selain taman laut Banda, taman laut di kepulauan Lucipara juga menjadi andalan Maluku. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maluku, Florence Sahusilawane mengatakan, Provinsi Maluku akan mempromosikan keindahan panorama alam bawah laut Banda dan kepulauan Lucipara dalam WOC di Manado pada tanggal 11-15 Mei 2009. Kegiatan WOC yang diikuti sekitar 120 negara itu, dinilainya sangat strategis untuk menjual potensi wisata bahari laut Maluku yang eksotis dan masih natural.
Lokasi taman laut Banda terletak di antara Pulau Neira, Pulau Gunung Api, Pulau Ai, Pulau Sjahrir dan Pulau Hatta. Tepatnya terletak di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku Tengah. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan menumpang kapal feri dari kota Ambon selama satu malam.
Wisata bahari di perairan Banda beraneka ragam, seperti melihat taman laut dari atas perahu, menyelam, memancing ikan tuna dan cakalang, melihat ikan paus, lumba-lumba, burung laut dan menyaksikan Arombai Manggurebe (Lomba Belang atau balap perahu). Wisata bahari ini dapat dilakukan pada musim teduh (musim laut tidak berombak), yang terjadi pada bulan Maret, April, Mei, September, Oktober dan Nopember. Berwisata di sini benar-benar mengasikkan karena wisatawan dapat mencoba sendiri menggunakan alat pancing untuk menangkap ikan tuna dan cakalang.
Taman laut Banda memiliki 350 spesies
biota laut, termasuk berbagai jenis kerang purba yang saat ini hampir
punah. Keindahan taman laut yang di dalamnya terdapat berbagai macam
ikan, akan semakin memanjakan para penyelam.
Di Pulau Banda terdapat banyak toko yang
menjual berbagai souvenir, seperti miniatur kapal dalam botol, anyaman
bambu alat memetik pala dan benda-benda replika peninggalan Belanda dan
Portugis. Terdapat pula beberapa guest house yang disewakan untuk
menginap.
Sensasi Bawah Laut Banda
Kepulauan Banda bukan saja dikenal
memiliki kota tua abad XVIII dan XIX yang masih terawat baik serta
banyak peninggalan sejarah seperti benteng kolonial dan rumah pejuang
Indonesia yang pernah dibuang ke daerah itu seperti Mohammad Hatta dan
Sutan Sjahril, tetapi Banda juga dikenal sebagai tempat yang memiliki
banyak obyek wisata bawah laut yang menakjubkan. Bukan saja di
Indonesia, tetapi juga dunia internasional.
Kepulauan yang berada di tengah-tengah
luasnya laut terdalam di Indonesia itu tak lagi asing bagi penggemar
wisata bahari, terutama mereka yang hobi diving dan snorkeling. Daya
tarik utama kepulauan ini adalah keindahan taman laut beserta
keanekaragaman fauna dan flora yang hidup didalamnya.
Kepulauan Banda berada di tepian palung
paling dalam di Indonesia yakni laut Banda. Di sekitar pulau Manuk
misalnya, kedalaman airnya mencapai 6.500 meter. Panorama taman laut
di kawasan ini tak usah diragukan lagi keindahannya. Hampir setiap
pulau di gugusan kepulauan Banda dikelilingi taman laut yang kaya dengan
koral warna-warni dan beragam jenis ikan seperti di sekitar pulau
Naira, pulau Gunung Api, pulau Lonthor, pulau Ai, pulau Sjahrir dan
pulau Hatta.
Taman laut Banda yang pernah digelar
ivent diving internasional pada tahun 1991 dan 1995, masih terdapat ikan
Napoleon yang kini termasuk jenis ikan paling langka di dunia. Mandarin
Fish yang juga paling dicari penyelam internasional karena keindahan
sisiknya, dapat dijumpai dengan mudah di laut Banda. Menurut Des Alwi,
adanya ikan Napoleon menandakan kualtas air di laut Banda masih baik
sekali.
Pada tahun 2001 dan 2002, the
Conservancy melakukan Kajian Ekologis di Kepulauan Banda, tujuannya
untuk mengumpulkan informasi mengenai sumberdaya lautnya. Penelitian
awal saat itu menunjukkan bahwa terumbu karang di Banda memiliki
keragaman hayati yang luar biasa, dengan adanya 310 jenis karang
pembentuk terumbu, sekitar 871 spesies ikan, serta populasi hiu dan
kerapu yang sangat tinggi. Kepulauan Banda kemudian diajukan sebagai
Kawasan Warisan Dunia.
Karena keindahan karang dan biota
lautnya, laut Banda pada tiga tahun lalu dipilih menjadi Kawasan Warisan
Dunia untuk surga bawah laut di Indonesia, mengalahkan taman laut di
kepulauan Raja Ampat (Papua Barat), Bunaken (Sulawesi Utara), Wakatobe
(Sulawesi Tenggara) dan Berau (Kalimantan Timur).
Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI M. Noer
Muis yang kini memimpin Tim Diving Maluku melakukan observasi ke
sejumlah lokasi diving di Maluku mengakui keindahan taman laut Banda.Selain taman laut Banda, taman laut di kepulauan Lucipara juga menjadi andalan Maluku. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maluku, Florence Sahusilawane mengatakan, Provinsi Maluku akan mempromosikan keindahan panorama alam bawah laut Banda dan kepulauan Lucipara dalam WOC di Manado pada tanggal 11-15 Mei 2009. Kegiatan WOC yang diikuti sekitar 120 negara itu, dinilainya sangat strategis untuk menjual potensi wisata bahari laut Maluku yang eksotis dan masih natural.





0 komentar:
Posting Komentar