Kemerdekaan Palestina Melawan Penjajah[k48]

Kemerdekaan PALESTINA

Perjuangan rakyat Palestina melawan penjajah Israel mulai berbuah jalan menuju kemerdekaan. Sejarah panjang penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina dimulai sejak PBB melalui voting Resolusi nomor 181, pada 29 November 1947, yang kemudian membagi Palestina sebagai bekas jajahan Inggris menjadi dua negara, masing-masing untuk Arab dan Yahudi. Namun, keputusan tersebut ditolak negara-negara Arab dan setelah muncul konflk akhirnya hanya Israel yang diakui sebagai negara enam bulan kemudian.

Sejarah baru perjalanan bangsa Palestina mendapatkan titik cerah, pada tanggal yang sama saat Resolusi Nomor 181 dikeluarkan, yaitu 29 November 2012, Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, memberikan suara bulat mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Kini PBB mengakui status baru Palestina sebagai negara pemantau non-anggota dari status sebelumnya sebagai entitas pemantau. Meskipun bukan merupakan anggota penuh sekarang Palestina dapat bergabung dengan badan-badan PBB dan berpotensi bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional. Hal ini merupakan langkah maju diplomasi Palestina untuk memperoleh pengakuan kemerdekaan.
Mendapatkan pengakuan dari dunia internasional atas negaranya, Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pidatonya di Majelis Umum PBB menegaskan bahwa Palestina bersikukuh mendapatkan kemerdekaan dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kota berikut wilayah yang diduduki Israel tahun 1967

Amerika Serikat, yang konsisten menghalangi keinginan Palestina untuk keanggotaan penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diajukan Abbas pada September 2011 lalu, melalui Duta Besarnya di PBB, Susan Rice menentang hasil voting ini. AS masih menolak keberadaan Palestina sebagai sebuah negara.
AS memang.


Ada yang membanggakan dalam Sidang Majelis Umum PBB, konsistensi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan bangsa Palestina kembali di suarakan

Di Palestina, masyarakat Gaza tumpah ke jalan tak lama setelah Palestina diakui sebagai negara di Sidang Umum PBB. Warga tumpah ke jalan. Sebagian dari mereka membawa mobil dan membunyikan klakson sepanjang perjalanan menuju pusat kota. Bendera kuning Fatah mendominasi jalanan Gaza. Namun tak sedikit pula bendera hijau Hamas berkibar. Selain kedua bendera itu, ada pula bendera warna merah. Tak tampak ada perbedaan, semua warga Gaza larut dalam euforia.
Euforia kegembiraan warga Palestina merupakan perasaan yang sama yang dirasakan oleh seluruh bangsa yang menolak penjajahan atas nama apapun di muka bumi ini. Kemerdekaan sebuah bangsa merupakan hak dasar bagi bangsa tersebut untuk membangun bangsanya menjadi bangsa yang adil, makmur dan berdaulat. Semoga dengan keputusan penting ini akan menjadi babak baru bagi Palestina untuk melakukan rekonsiliasi internal, dalam rangka membangun kembali Palestina sebagai bangsa yang bermartabat.

0 komentar:

Posting Komentar